MUQADDIMAH

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Segala Puja dan Puji mutlak hanya milik Allah SWT, karena dengan anugrah-Nya segala hal yang baik dapat terlaksana, Allah SWT telah memberikan petunjuk kepada kita sehingga kita dapat berjalan sesuai dengan petunjuk-Nya. Salawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi dan Rasulullah Muhammad SAW serta kepada seluruh keluarganya, sahabatnya dan kepada orang-orang yang mengikuti jejaknya dengan baik hingga akhir zaman.

Pembaca yang baik, sungguh betapa pentingnya hidup mengenal Allah SWT Tuhan yang telah menciptakan kita, hidup kita menjadi jelas memiliki tujuan yang hendak dicapai, yaitu Beribadah kepada-Nya agar mendapat Ridha-Nya.  Sesuai dengan Firman-Nya di dalam Al-Quran Surat Adzariyat : 56, mengapa Allah SWT menciptakan kita.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Wa maa kholaqtul jinna wal ingsan illaa liya’buduun

Artinya : “Tidaklah kuciptakan Jin dan Manusia Melainkan untuk beribadah kepada-Ku.”  (QS. Adz-Dzariyat : 56)

Beribadah kepadaNya menjadi tujuan utama hidup kita di Dunia yang fana ini serta tidak menyekutukkan-Nya dengan sesuatu apapun dan yang paling penting adalah mendapatkan Ridha-Nya sehingga kita dapat selamat sekaligus mendapatkan kemenangan hidup di Dunia maupun di Akhirat kelak.

Pengertian Ibadah dapat dipahami sebagai wujud penghambaan seorang makhluk kepada Sang Khaliq (Sang Pencipta). Penghambaan itu lebih didasari atas  rasa Syukur terhadap semua nikmat yang telah dikaruniakan-Nya kepada kita selaku Manusia sebagai hambaNya.

Ibadah sendiri berasal dari bahasa arab yaitu عبد- يعبد -عبادة yang artinya melayani, patuh, tunduk. Dan dapat berarti juga ialah seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah SWT, baik berupa ucapan maupun perbuatan, yang zhahir maupun yang bathin. Ditinjau dari jenisnya, ibadah dalam Islam terbagi menjadi dua jenis yaitu Ibadah Mahdoh  & Ibadah Ghoiru Mahdoh.

Ibadah Mahdoh adalah ibadah yang dari segi perkataan, perbuatan telah ditentukan oleh Allah SWT yang disampaikan melalui malaikat Jibril kepada Rasulullah untuk dikerjakannya kemudian disampaikannya kepada seluruh umat manusia yang ada di muka bumi ini. Ibadah Mahdoh yang sudah kita ketahui diantaranya shalat fardu 5 waktu, menuanikan zakat ibadah puasa di Bulan Ramadhan dan melakukan Ibadah Haji bagi yang mampu. Semuanya adalah bentuk paket dari Allah yang di sampaikan kepada Rasulullah kemudian  wajib di lakukan oleh seluruh umatnya tanpa boleh menambah ataupun melebihkan.

Ibadah ghoiru mahdoh adalah segala amalan yang diperbolehkan untuk dilakukan. Contohnya Bekerja, Menuntut Ilmu, Dakwah dan sebaginya . Maka berbagai bentuk kegiatan yang bertujuan untuk meraih ridha Allah masuk ke dalam ranah ibadah Ghoiru Mahdoh.

Sungguh betapa Allah SWT memberikan anugrah yang banyak kepada kita, raga kita sendiri menjadi bukti, nikmatnya makan yang hanya dapat dirasakan oleh mulut ini, indahnya alam raya ini yang hanya dapat dirasakan oleh mata ini begitupun berbagai fasilitas yang ada diuka bumi ini tanpa kita sadari bahwa kita sudah sangat sering menikmati seluruh fasilitas-Nya, mulai dari Air, Matahari, Bulan, Bintang, Hewan-hewan tumbuh-tumbuhan serta masih banyak lagi yang tak dapat disebutkan satu persatu. Bagaimana mungkin kita selaku ciptaannya berkhianat dan menyimpang dari perintah-Nya, apalagi melanggar apa yang di larangnya, hidup di dunia hanyalah sementara esok atau lusa belum tentu kita masih hidup, karena hidup dan mati kita sepenuhnya dalam genggaman kekuasaan-Nya, maka sepatutnya kita mensyukuri nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada kita dengan melakukan Ibadah-ibadah atau amal shaleh yang telah Allah SWT tetapkan untuk kita laksanakan.

            Dari paparan yang sudah disampaikan di atas tentang Ibadah, maka salah satu Ibadah yang akan dibahas disini yaitu tentang Ibadah Shalat karena bagaimanapun juga kualitas Shalat kita sangat menentukan baik atau buruknya amalan kita di hadapan Allah SWT kelak. Seperti yang disampaikan Rasulullah dalam Hadits berikut ini :

Shalat adalah amal yang pertama kali akan dihisab di Alam Akhirat

أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ عَلَيْهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلاَةُ فَإِنْ صَلُحَتْ صَلُحَ سَائِرُ عَمَلِهِ ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَسَدَ سَائِرُ عَمَلِهِ

Awwalumaa yuhaa tsabu alaihil abdu yaumalqiyaamati sholaatu fa’ingsholuhat sholuha saa iru amalihi

Artinya : “Pertama kali yang akan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat. Jika baik shalatnya, maka baiklah seluruh amalnya dan jika buruk, maka buruklah seluruh amalnya.” (HR. Thabrani, lih. Shahihul Jami’ no. 2573)

Maka dari itu, mulai dari sekarang dan mulai saat ini kita kaji kembali bagaimanakah tingkat kedudukan Ibadah Shalat yang sudah kita lakukan selama ini? Apakah sudah benar atau belum? Apakah sudah sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah atau belum? Apakah sudah mengerti arti dari bacaan shalat tersebut atau belum? Jika belum….maka inilah saatnya kita memperbaiki Ibadah Shalat yang telah kita lakukan selama ini,.. Jangan sampai sudah bertahun-tahun kita melakukan Ibadah shalat tapi tidak bernilai pahala sama sekali.

Ibadah Shalat yang wajib dilaksanakan umat Islam adalah Shalat Fardhu yaitu Shalat Subuh, Zuhur, Ashar, Maghrib dan Isya. Jika dilaksanakan mendapat Pahala dan jika ditinggalkan mendapat siksa. Perintah Shalat yang ditetapkan Allah SWT kepada Umat Islam disampaikan langsung oleh-Nya kepada Pemimpin dan Tauladan kita Rasulullah Muhammad SAW dalam peristiwa yang dikenal dengan nama Isra dan Mi’raj yang akan dibahas lebih lanjut dalam bahasan di dalam isi buku ini. Selamat Membaca.

“Khoirunnas Anfa’uhum Linnas”

Sebaik-baik Manusia adalah Manusia yang paling bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s