Shalat Fardhu merupakan perintah Allah SWT yang telah ditentukan waktunya

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاَةَ فَاذْكُرُواْ اللّهَ قِيَاماً وَقُعُوداً وَعَلَى جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ إِنَّ الصَّلاَةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَاباً مَّوْقُوتاً ﴿١٠٣

Shalat Fardhu merupakan perintah Allah SWT yang telah ditentukan waktunyafa’idzaa qhodhoitumuushsholaata fadzkurullooha qiyaamawwaqu’uudan wa’alaa junuubikum fa’iidzaa atma’nantum fa’aqiimushsholaata nnassholaata kaanat alalmu’miniina kitaabammauquuta

Artinya : “Maka apabila kamu telah menyelesaikan Shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisaa : 103)

Perintah mendirikan Shalat Dzuhur, Ashar, Maghrib dan Isya

وَأَقِمِ الصَّلاَةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفاً مِّنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّـيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ

Wa’aqimisholaata thorofiinnahaari wajulafamminallaili innal hasanaati yudzhib nassayyi’aati dzalika dzikro lidzdzaa kiriin

Artinya : “Dan dirikanlah Shalat pada kedua tepi siang dan pada bagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan- perbuatan yang baik itu menghapuskan perbuatan- perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (QS. Huud : 114)

Perintah mendirikan Shalat Maghrib, Isya dan Subuh

أَقِمِ الصَّلاَةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

Aqimishsholaata ldzuluuqi sysyamsi ila ghosaqi llaili waqur’nal fajri inna qur’analfajri kaana masyhuudaa

Artinya : “Hendaklah engkau mendirikan Shalat diwaktu tergelincirnya Matahari (Maghrib) sampai kelam Malam (Isya) dan dirikanlah Shalat Subuh…” (QS. Al Isra’ : 78)

Sumber : Buku Arti dan Makna Bacaan Sholat
Penulis : Acep Darmawan
Penerbit : Media Perubahan
Pemesanan : (022)7273677 – 08562108952 – 089646889963

SHALAT JENAZAH

Pengetian Shalat jenazah

Shalat Jenazah  merupakan salah satu praktek ibadah Shalat yang dilakukan umat Muslim jika ada Muslim lainnya yang meninggal dunia.

Hukum Shalat Jenazah

Shalat jenazah hukumnya fardhu kifayah bagi semua orang muslim yg hidup. Jika telah dikerjakan oleh satu orang, maka gugurlah kewajibannya dari yg lain. Shalat Jenazah ini mempunyai beberapa syarat rukun dan sunah serta keutamaan.

Dari Salamah bin Al-Akwa:

عَنْ سَلَمَةَ بْنِ اْلاَ كْوَ عِ : كُنَّا جُلُوْ سًا عِنْدَ النَّبِىِّ صَلَّلى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ اِ ذْ اُ تِىَ بِجَنَا زَ ةٍ قَا لَ : صَلُّوْ ا عَلَى صَا حِبِكُمْ. رواه البخا رى.

An salamatabnil’ akwa’i kunnaa juluusan ingdannabiyyi sholallohualaihi wasallama ldz utii bijanaazatin qoola. Sholluu’ alaa shoohibikum

Dari Salamah bin Al-Akwa’,”pada suatu saat kami duduk-duduk dekat Nabi Saw.Ketika itu dibawa seorang mayat, beliau berkata kepada kami, ‘shalatkanlah teman kamu’.’(HR. Bukhari)

Keutamaan Shalat Jenazah

Imam  Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah dan Khabab , ia berkata bahwasanya Rasulullah bersabda,

مَنْ تَبِعَ جَنَا زَةً وَصَلَّللى عَاَيْهَا فَلَهُ قِيْرَ ا طٌ وَ مَنْ تَبِعَهَا حَتَّى يُفْرَ غَ مِنْهَا فَلَهُ قِيْرَ ا طَا نِ, أَ صْغَرَ هُمَا مِثْلُ أُحُدٍ أَ و أَ حَدَهُمَا مِثْلُ أُحُد

Mantaba’ajanaa zatan wa sholla a’aihaa falahu qiirhothun waman taba’ ahaa falahuqiirotun waman ta’ahaa hatta yufrogho minhaa falahu qiirhoodzooni ashghorhohumaa ahadahumaa mitslu ashud mitslu ahudin

Artinya : “Siapa yang mengantar jenazah dan menyalatinya, maka baginya satu qirath. Siapa mengantar jenazah samapai selesai (proses pemakaman), maka baginya dua qirath. Yang paling kecil adalah seperti gunung Uhud atau salah satu dari keduanya adalah seperti gunung Uhud.”

Ibnu Umar lalu mengirim Khabab kepada Aisyah untuk menanyakan kebenaran perkataan Abu Hurairah tersebut. Ketika kembali dari rumah Aisyah, Khabab bercerita bahwa apa yang dikatakan Abu Hurairah itu benar. Mendengar apa yang dikatakan Khabab, Ibnu Umar berkata, sungguh kami telah kehilangan banyak kesempatan untuk mendapatkan beberapa qirath.

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ شَهِدَ الْجَنَازَةَ حَتَّى يُصَلِّىَ عَلَيْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ ، وَمَنْ شَهِدَ حَتَّى تُدْفَنَ كَانَ لَهُ قِيرَاطَانِ  . قِيلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ  مِثْلُ الْجَبَلَيْنِ الْعَظِيمَيْنِ

Man syahidaljanaazata hatta yushollii’ alaihaa falahu qiirhotun wamansyahida hatta tudfana kaana lahu qiirhoothooni qiila wamaalqiirhothooni qoola mitsluljabalainil’ adziimaiin

“Barangsiapa yang menyaksikan jenazah sampai ia menyalatkannya, maka baginya satu qirath. Lalu barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka baginya dua qirath.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud dua qiroth?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Dua qirath itu semisal dua gunung yang besar.” (HR. Bukhari no. 1325 dan Muslim no. 945)

SHALAT SUNAT DHUHA

Shalat Sunat Dhuha adalah Shalat Sunat yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, bisa dianggap sebagai rasa terima kasih seseorang hamba kepada Allah SWT atas segala berkah hidup yang diberikan-Nya.

Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan shalat ini tanpa keuzuran dan umat Islam sangat dituntut melaksanakannya.

Waktu Shalat Sunat Dhuha

Shalat Sunat Dhuha dilakukan pada waktu Matahari sedang naik. yaitu sekitar pukul 08.00 pagi hingga menjelang waktu Dzuhur, Walaupun begitu waktu paling afdal melakukan Shalat Sunat Dhuha adalah kurang lebih pukul 9.30 pagi,

Makna dan Keutamaan Shalat Sunat Dhuha

Sebaik-baiknya shalat Sunat Dhuha ini dikerjakan setiap hari kerana ia mempunyai banyak kelebihan dan manfaat nya, dimana seseorang itu akan memperoleh ampunan Allah SWT, murah rezeki dan ketenangan bathin serta kehidupan yang lebih baik.

MUQADDIMAH

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Segala Puja dan Puji mutlak hanya milik Allah SWT, karena dengan anugrah-Nya segala hal yang baik dapat terlaksana, Allah SWT telah memberikan petunjuk kepada kita sehingga kita dapat berjalan sesuai dengan petunjuk-Nya. Salawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi dan Rasulullah Muhammad SAW serta kepada seluruh keluarganya, sahabatnya dan kepada orang-orang yang mengikuti jejaknya dengan baik hingga akhir zaman.

Pembaca yang baik, sungguh betapa pentingnya hidup mengenal Allah SWT Tuhan yang telah menciptakan kita, hidup kita menjadi jelas memiliki tujuan yang hendak dicapai, yaitu Beribadah kepada-Nya agar mendapat Ridha-Nya.  Sesuai dengan Firman-Nya di dalam Al-Quran Surat Adzariyat : 56, mengapa Allah SWT menciptakan kita.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Wa maa kholaqtul jinna wal ingsan illaa liya’buduun

Artinya : “Tidaklah kuciptakan Jin dan Manusia Melainkan untuk beribadah kepada-Ku.”  (QS. Adz-Dzariyat : 56)

Beribadah kepadaNya menjadi tujuan utama hidup kita di Dunia yang fana ini serta tidak menyekutukkan-Nya dengan sesuatu apapun dan yang paling penting adalah mendapatkan Ridha-Nya sehingga kita dapat selamat sekaligus mendapatkan kemenangan hidup di Dunia maupun di Akhirat kelak.

Pengertian Ibadah dapat dipahami sebagai wujud penghambaan seorang makhluk kepada Sang Khaliq (Sang Pencipta). Penghambaan itu lebih didasari atas  rasa Syukur terhadap semua nikmat yang telah dikaruniakan-Nya kepada kita selaku Manusia sebagai hambaNya.

Ibadah sendiri berasal dari bahasa arab yaitu عبد- يعبد -عبادة yang artinya melayani, patuh, tunduk. Dan dapat berarti juga ialah seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah SWT, baik berupa ucapan maupun perbuatan, yang zhahir maupun yang bathin. Ditinjau dari jenisnya, ibadah dalam Islam terbagi menjadi dua jenis yaitu Ibadah Mahdoh  & Ibadah Ghoiru Mahdoh.

Ibadah Mahdoh adalah ibadah yang dari segi perkataan, perbuatan telah ditentukan oleh Allah SWT yang disampaikan melalui malaikat Jibril kepada Rasulullah untuk dikerjakannya kemudian disampaikannya kepada seluruh umat manusia yang ada di muka bumi ini. Ibadah Mahdoh yang sudah kita ketahui diantaranya shalat fardu 5 waktu, menuanikan zakat ibadah puasa di Bulan Ramadhan dan melakukan Ibadah Haji bagi yang mampu. Semuanya adalah bentuk paket dari Allah yang di sampaikan kepada Rasulullah kemudian  wajib di lakukan oleh seluruh umatnya tanpa boleh menambah ataupun melebihkan.

Ibadah ghoiru mahdoh adalah segala amalan yang diperbolehkan untuk dilakukan. Contohnya Bekerja, Menuntut Ilmu, Dakwah dan sebaginya . Maka berbagai bentuk kegiatan yang bertujuan untuk meraih ridha Allah masuk ke dalam ranah ibadah Ghoiru Mahdoh.

Sungguh betapa Allah SWT memberikan anugrah yang banyak kepada kita, raga kita sendiri menjadi bukti, nikmatnya makan yang hanya dapat dirasakan oleh mulut ini, indahnya alam raya ini yang hanya dapat dirasakan oleh mata ini begitupun berbagai fasilitas yang ada diuka bumi ini tanpa kita sadari bahwa kita sudah sangat sering menikmati seluruh fasilitas-Nya, mulai dari Air, Matahari, Bulan, Bintang, Hewan-hewan tumbuh-tumbuhan serta masih banyak lagi yang tak dapat disebutkan satu persatu. Bagaimana mungkin kita selaku ciptaannya berkhianat dan menyimpang dari perintah-Nya, apalagi melanggar apa yang di larangnya, hidup di dunia hanyalah sementara esok atau lusa belum tentu kita masih hidup, karena hidup dan mati kita sepenuhnya dalam genggaman kekuasaan-Nya, maka sepatutnya kita mensyukuri nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada kita dengan melakukan Ibadah-ibadah atau amal shaleh yang telah Allah SWT tetapkan untuk kita laksanakan.

            Dari paparan yang sudah disampaikan di atas tentang Ibadah, maka salah satu Ibadah yang akan dibahas disini yaitu tentang Ibadah Shalat karena bagaimanapun juga kualitas Shalat kita sangat menentukan baik atau buruknya amalan kita di hadapan Allah SWT kelak. Seperti yang disampaikan Rasulullah dalam Hadits berikut ini :

Shalat adalah amal yang pertama kali akan dihisab di Alam Akhirat

أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ عَلَيْهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلاَةُ فَإِنْ صَلُحَتْ صَلُحَ سَائِرُ عَمَلِهِ ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَسَدَ سَائِرُ عَمَلِهِ

Awwalumaa yuhaa tsabu alaihil abdu yaumalqiyaamati sholaatu fa’ingsholuhat sholuha saa iru amalihi

Artinya : “Pertama kali yang akan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat. Jika baik shalatnya, maka baiklah seluruh amalnya dan jika buruk, maka buruklah seluruh amalnya.” (HR. Thabrani, lih. Shahihul Jami’ no. 2573)

Maka dari itu, mulai dari sekarang dan mulai saat ini kita kaji kembali bagaimanakah tingkat kedudukan Ibadah Shalat yang sudah kita lakukan selama ini? Apakah sudah benar atau belum? Apakah sudah sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah atau belum? Apakah sudah mengerti arti dari bacaan shalat tersebut atau belum? Jika belum….maka inilah saatnya kita memperbaiki Ibadah Shalat yang telah kita lakukan selama ini,.. Jangan sampai sudah bertahun-tahun kita melakukan Ibadah shalat tapi tidak bernilai pahala sama sekali.

Ibadah Shalat yang wajib dilaksanakan umat Islam adalah Shalat Fardhu yaitu Shalat Subuh, Zuhur, Ashar, Maghrib dan Isya. Jika dilaksanakan mendapat Pahala dan jika ditinggalkan mendapat siksa. Perintah Shalat yang ditetapkan Allah SWT kepada Umat Islam disampaikan langsung oleh-Nya kepada Pemimpin dan Tauladan kita Rasulullah Muhammad SAW dalam peristiwa yang dikenal dengan nama Isra dan Mi’raj yang akan dibahas lebih lanjut dalam bahasan di dalam isi buku ini. Selamat Membaca.

“Khoirunnas Anfa’uhum Linnas”

Sebaik-baik Manusia adalah Manusia yang paling bermanfaat

DAFTAR ISI

Muqaddimah

Pentingnya mengerti Arti dan Makna bacaan Shalat

Arti Bacaan Shalat

Makna Shalat

Perintah Shalat

Sholat Fardhu

Rukun Shalat Fardhu

–         Do’a Iftitah

–         Surat Al-Fātihah

–         Bacaan Ruku

–         Bacaan I’tidal

–         Bacaan Sujud

–         Bacaan Duduk diantara dua sujud

–         Tasyahud/Tahiyat

Ayat-ayat Al-Quran Tentang Shalat

Hadits Tentang Shalat

Shalat Sunat Rawatib

Shalat Sunat Tahajud

Shalat Sunat Dhuha

Shalat Jenazah

Kesimpulan

Khatimah